script async src=httpspagead2.googlesyndication.compageadjsadsbygoogle.jsclient=ca-pub-2532890939753260 crossorigin=anonymousscript DPC PAN PRAGAAN
KEJUJURAN DAN KEIKLASAN - KINI MULAI HILANG DARI KEPRIBADIAN BANGSA INI - HANYA DENGAN SATU CARA-PEMIMPINLAH YANG HARUS MENJADI CONTOH TAULADAN UNTUK MEMPERTAHANKANNYA

Kendalikan Akal Dengan Iman

Kendalikan Akal Dengan Iman

Ibarat mata yang tidak dapat berfungsi kecuali apabila ada cahaya, begitu pula akal, dia tidak akan berfungsi bila tidak ada cahaya ilmu yang terpancar dari nur Al Quran dan As Sunnah.

Jika akal digunakan untuk mengambil cahaya ini dengan mempelajari, memahami lalu mengamalkan serta mendakwahkannya, maka akan segala kebaikan dunia akhirat akan teraih. Namun jika tidak demikian, maka kehancuranlah yang akan muncul.

Saat orang kafir yang buta mata hatinya menggunakan akalnya untuk merusak Islam, mereka memandang syariat islam sekadar sebuah pemikiran yang bisa diterima dan ditolak. Maka munculnya sebagian kaum muslimin yang –insya alloh berniat baik– untuk menolak dan membantah mereka dengan pola pikir mereka, membantah lawan dengan senjata lawan –begitulah istilah yang sering didengungkan– akhirnya mereka lebih mengedepankan cara berfikir ala orientalis dalam memahami Al Quran dan As sunnah, dan meninggalkan cara-cara yang di tempuh ulama.

Akhirnya muncullah berbagai pola pemikiran aneh dan berdirilah lembaga pendidikan yang mengajak umat berpikir model semacam ini. Wal hasil muncullah para pemikir Islam atau cendikiawan muslim.

Yang sangat disayangkan, istilah Pemikiran Islami hingga hari ini masih banyak dipakai di kalangan kaum muslimin dalam tulisan-tulisan dan pembicaraan mereka. Keadaan makin parah manakala sebagian dari tokoh pergerakan islam berusaha memalingkan pemuda islam dari kitab-kitab ulama salaf dan mengarahkannya kepada buku-buku pemikiran yang penuh syubhat. mereka membuat opini bahwa kitab-kitab salaf hanya berlaku pada zamannya dan tidak relevan dengan zaman sekarang.

Benarkah Islam disebut sebagai pemikiran ? Bukankahkah Islam datang dari Alloh sedangkan pemikiran datang dari manusia?

Diantara nash yang menunjukkan celaan terhadap RO’YU

Dari Abdulloh bin Amr bin Ash Rosululloh bersabda :

“Sesungguhnya Alloh tidaklah mencabut ilmu begitu saja dari dada-dada para ulama tetapi Dia mencabut ilmu dengan mematikan ulama, hingga ketika tidak tersisa seorang yang berilmu maka manusia mengambil pemimpin-pemimpin yang bodoh mereka berfatwa dengan RO’YU (pemikiran/pendapat) mereka, mereka sesat dan menyesatkan.”

[Bukhari Dan Muslim]

Umar bin Khoththob berkata :

“Sesungguhnya para ahli RO’YU adalah musuh-musuh Sunnah. Mereka merasa tidak mampu untuk menghafal hadist dan memahami sunnah. karena itu mereka menentang sunnah dengan RO’YU mereka. maka berhati-hatilah terhadap mereka.”

[Diriwayatkan Oleh Ad DAruquthni dalam sunannya 4/164 dan Al Lalika’i dalam Syarah Ushul I’tiqod Ahli Sunnah

Cara Berjalan Ala Rasulullah

Cara Berjalan Ala Rasulullah
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah suri teladan terbaik dalam semua aspek kehidupan, bahkan sampai keseharian beliau adalah akhlak dan cara hidup yang mulia, penuh dengan keberkahan. Allah Ta’ala berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah” (QS. Al-Ahzab: 21).

Dalam kesempatan kali ini, mari kita telisik bagaimana baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berjalan. Semoga kita bisa meneladani beliau dalam hal ini.

1. Tidak sombong

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam jika berjalan tidak menunjukkan kesombongan. Allah Ta’ala berfirman:

لَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا إِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الْأَرْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُولًا

“Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung” (QS. Al-Isra: 37).

As-Sa’di menjelaskan makna marohan dalam ayat ini:

أي: كبرا وتيها وبطرا متكبرا على الحق ومتعاظما على الخلق

“Yaitu sombong, angkuh dan enggan menerima kebenaran serta merasa tinggi di hadapan makhluk” (Tafsir As-Sa’di, hal. 475).

Ini adalah akhlak dalam berjalan yang diajarkan oleh Al-Quran. Semua akhlak yang diajarkan dalam Al-Quran itulah akhlak Nabi kita shallallahu ‘alaihi wasallam. Sebagaimana dalam hadits Aisyah radhiyallahu ‘anha, ketika beliau ditanya:

يَا أُمَّ المُؤمِنِينَ ! أَنبئِينِي عَن خُلُقِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ ؟  قَالَت : أَلَستَ تَقرَأُ القُرآنَ ؟ قُلتُ : بَلَى .قَالَت : فَإِنَّ خُلُقَ نَبِيِّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ كَانَ القُرآنَ

“Wahai Ummul Mukminin, ceritakanlah kepada kami bagaimana akhlak Rasululullah shallallahu ‘alaihi wasallam! Aisyah menjawab: Bukankah kalian membaca Al-Quran? Para sahabat menjawab: Ya. Aisyah berkata: Akhlak Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah Al-Quran” (HR. Muslim no.746).

2. Penuh ketenangan, wibawa dan kerendahan hati

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berjalan dengan penuh kerendahan hati. Allah Ta’ala berfirman:

وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا

“Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati” (QS. Al-Furqan: 63).

Makna haunan dalam ayat ini dijelaskan oleh Ibnu Katsir:

أَيْ: بِسَكِينَةٍ وَوَقَارٍ مِنْ غَيْرِ جَبَرية وَلَا اسْتِكْبَارٍ

“Maksudnya, dengam tenang, wibawa, tanpa kesombongan dan merasa tinggi” (Tafsir Ibnu Katsir, 6/121).

Ini pun merupakan akhlak dalam berjalan yang diajarkan oleh Al-Quran. Telah kita ketahui bahwa akhlak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah semua yang diajarkan dalam Al-Quran.

3. Cepat namun tidak tergesa-gesa

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam cepat dalam berjalan, tidak lamban dan loyo. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu beliau mengatakan:

وَلَا رَأَيْتُ شَيْئًا أَحْسَنَ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَأَنَّ الشَّمْسَ تَجْرِي فِي وَجْهِهِ، وَمَا رَأَيْتُ أَحَدًا أَسْرَعَ فِي مِشْيَتِهِ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَأَنَّمَا الْأَرْضُ تُطْوَى لَهُ إِنَّا لَنُجْهِدُ أَنْفُسَنَا وَإِنَّهُ لَغَيْرُ مُكْتَرِثٍ

“Tidak pernah aku melihat orang yang lebih tampan selain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Matahari bersinar di wajahnya. Dan aku tidak pernah melihat orang yang lebih cepat dalam berjalan selain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Seakan-akan bumi dilipat bagi beliau, bahkan kami harus bersungguh-sungguh (jika berjalan bersama beliau) dan beliau bukan orang yang cuek” (HR. At-Tirmidzi dalam Asy-Syamail Al-Muhammadiyyah, no.118)1.

Menunjukkan enerjiknya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam berjalan, tidak loyo atau malas, sebagaimana ditegaskan dalam riwayat Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma pada poin berikutnya.

4, Tidak loyo dan malas-malasan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berjalan dengan enejik, mengerahkan tenaganya, bukan jalannya orang yang malas atau loyo. Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma beliau berkata:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا مَشَى، مَشَى مَشْيًا مُجْتَمِعًا يُعْرَفُ أَنَّهُ لَيْسَ بِمَشْيِ عَاجِزٍ وَلا كَسْلانَ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam jika berjalan beliau berjalan dengan enerjik, sehingga sangat terlihat bahwa beliau bukan orang yang lemah dan juga bukan orang yang malas” (HR. Al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah, dihasankan oleh Al-Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah no. 2140).

Maka berjalan dengan tenang dan berwibawa tidak harus lambat dan loyo. Sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berjalan dengan tenang dan berwibawa namun juga cepat dan bertenaga.

5. Menghentakkan kakinya

Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu beliau berkata:

إذا مشَى تكفَّأ تكفُّؤًا كأنَّما ينحَطُّ من صبَبٍ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam jika berjalan menghentakkan kakinya seakan-akan ia turun dari tempat yang tinggi” (HR. At-Tirmidzi dalam Asy-Syamail Al-Muhammadiyyah, no.120, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Mukhtashar Asy-Syamail).

Ali Al-Qari menjelaskan makna hadits tersebut dengan mengatakan:

وَالْمَعْنَى يَمْشِي مَشْيًا قَوِيًّا سَرِيعًا. وَفِي شَرْحِ السُّنَّةِ: الصَّبَبُ الْحُدُورُ، وَهُوَ مَا يَنْحَدِرُ مِنَ الْأَرْضِ يُرِيدُ لَهُ أَنَّهُ كَانَ يَمْشِي مَشْيًا قَوِيًّا يَرْفَعُ رِجْلَيْهِ مِنَ الْأَرْضِ رَفْعًا بَائِنًا لَا كَمَنْ يَمْشِي اخْتِيَالًا وَيُقَارِبُ خُطَاهُ تَنَعُّمًا

“Maknanya, beliau berjalan dengan jalan yang kuat dan cepat. Dalam Syarhus Sunnah, ash-shabab artinya al-hudur, yaitu jalan yang digunakan untuk turun dari suatu tempat. Maksudnya, beliau berjalan dengan jalan yang kuat, dengan benar-benar mengangkat kakinya dari tanah, bukan seperti jalannya orang yang sombong atau seperti orang yang santai-santai” (Mirqatul Mafatih Syarah Misykatul Mashabih, 9/3704).

Subhanallah… banyak sekali keluhuran dan kemuliaain yang bisa kita petik sekedar dari mengetahui cara berjalan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Semoga kita menjadi orang-orang yang terdepan dalam meneladani beliau dan mengikuti sunnahnya hingga akhir zaman.

Semoga Allah memberi taufik.

Penulis: Yulian Purnama
Artikel: Muslim.or.id

Sanad yang dibawakan At Tirmidzi sanadnya lemah karena terdapat Ibnu Lahi’ah. Status Ibnu Lahi’ah diperselisihkan para ulama. Mayoritas ulama mendhaifkannya, dan inilah yang pendapat yang kuat. Penjelasan lebih lebar mengenai Ibnu Lahi’ah silakan baca pada tulisan kami mengenai hadits “Berdzikirlah Sampai Dikatakan Gila”. Namun Ibnu Lahi’ah di-mutaba’ah oleh ‘Amr bin Al Harist dalam riwayat yang dikeluarkan oleh Ibnu Sa’ad di At Thabaqat (1/415), dari Ahmad bin Al Hajjaj, dari Abdullah bin Mubarak, dari ‘Amr bin Al Harist, dari Abu Yunus, dari Abu Hurairah.
Demikian juga terdapat jalan lain yang dikeluarkan oleh Al Baihaqi dalam Dalail An Nubuwwah, dengan sanad yang hampir sama seperti di Ath Thabaqat hanya saja antara Abdullah bin Mubarak dan ‘Amr bin Al Harist terdapat Rusydain bin Sa’ad. Sedangkan Rusydain bin Sa’ad ini statusnya dhaif.


Namun dengan keseluruhan jalan yang ada, hadits ini naik ke derajat hadits hasan
Allahu Akbar....

Mutiara Isti’adazah dalam Shalat (7)

Mutiara Isti’adazah dalam Shalat (7)


Baca pembahasan Mutiara Isti’adazah dalam Shalat (6)

Lafazh ketiga

أعوذ بالله من الشيطان الرجيم؛ من هَمْزِه، ونَفْخِه، ونَفْثِه

A’uudzubillaahi minasy syaithaanir rajiim min hamzihi wa nafkhihi wa naftsihi

“Saya berlindung kepada Allah dari sejenis kegilaan, kesombongan, dan sya’ir setan yang suka menggoda manusia untuk berbuat maksiat, dan yang dijauhkan dari rahmat Allah”

Adapun makna al-hamzu, an-naftsu dan an-nafkhu dijelaskan dalam hadits riwayat Imam Ahmad dalam Musnad-nya (3828)

حَدَّثَنَا أَبُو الْجَوَابِ، حَدَّثَنَا عَمَّارُ بْنُ رُزَيْقٍ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ، عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُودٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ ” كَانَ يَتَعَوَّذُ مِنَ الشَّيْطَانِ مِنْ هَمْزِهِ، وَنَفْثِهِ، وَنَفْخِهِ ” قَالَ: ” وَهَمْزُهُ: الْمُوتَةُ، وَنَفْثُهُ: الشِّعْرُ، وَنَفْخُهُ: الْكِبْرِيَاءُ “

“Abul Jawab menuturkan kepadaku, ‘Ammar bin Ruzaiq menuturkan kepadaku, dari ‘Atha bin Sa-ib, dari Abu Abdir Rahman, dari Abullah bin Mas’ud, dari Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bahwa beliau biasanya berta’awudz dari setan yang terkutuk yaitu dari al-hamzu, an naftsu, dan an-nafkhu darinya. Lalu beliau bersabda, ‘al-hamzu maksudnya sejenis gila, al-nafats maksudnya sya’ir (tercela), an-nafakh maksudnya kesombongan.’”


Hadits ini hasan, sebagaimana pendapat Syaikh Ahmad Syaikir dalam ta’liq beliau untuk Musnad Ahmad (5/318).

Syaikh Bin Baz rahimahullah menjelaskan bahwa,

جاء في الحديث أن النبي – صلى الله عليه وسلم – فسر همزه بأنه …….. الصرع، ما يحصل من الصرع للناس من الشيطان ، ونفخه الكبر، ما يقع في نفوس الناس من الكبر، هو من الشيطان ينفخ في بعض الناس حتى يتكبر على عباد الله. ونفثه الشعر المذموم، الذي له شعر مذموم والقصائد المذمومة في ما حرم الله من تشبيه بالنساء ، والدعوة إلى الزنا أو إلى الخمر أو إلى غيره مما حرم الله عز وجل

“Terdapat dalam hadits bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menafsirkan “همزه” yaitu …..kesurupan. Kesurupan yang didapatkan pada manusia itu dari setan.

Sedangkan “نفخه” adalah kesombongan (setan), kesombongan yang ada pada diri manusia itupun dari setan, (setanlah) yang membisiki kepada sebagian manusia hingga ia sombong terhadap hamba-hamba Allah.


Adapun “نفثه” adalah syair yang tercela, yang memiliki syair yang tercela, dan nyanyian yang tercela berisikan lirik-lirik yang diharamkan oleh Allah, berupa pria menyerupai wanita, ajakan berzina atau ajakan minum minuman keras, atau selainnya yang diharamkan oleh Allah ‘Azza wa Jalla”

Allah Ta’ala berfirman,

وَقُلْ رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ

“Dan katakanlah, ‘Ya Tuhanku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan syaitan.’”

وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونِ

“Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku.”

Al-Baghawi rahimahullah menafsirkan hamazaat setan di dalam ayat ini,

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata,

نزعاتهم

“(Hamazaat adalah) dorongan-dorongan mereka (setan).”

Al-Hasan berkata,
وساوسهم

“(Hamazaat adalah) was-was dari mereka.”

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Maka hamazaat setan adalah dorongan (serangan) was-was dari mereka, dan penyimpangan dalam hati” (Ighotsatul Lahfan, hal. 89).

Dan bentuk jamak yang terdapat dalam hamazaat, hal ini menunjukkan banyaknya dan beranekaragamnya hamazaat setan tersebut.

Adapun dalam hadits di atas ditafsirkan hamazaat setan dengan sejenis gila (kesurupan), maka hal ini tidaklah bertentangan dengan penjelasan para ahli tafsir di atas, karena itu Ibnul Qayyim menyatakan,

وقد يقال – وهوالأظهر- : إن همزات الشياطين إذا أُفردت دخل فيها جميع إصابتهم لابن آدم، وإذا قُرنت بالنفخ والنفث كان نوعاً خاصاً

“Bisa juga ditafsirkan -dan ini pendapat yang lebih nampak tepat- sesungguhnya hamazaat setan itu jika disebutkan sendirian, maka mencakup seluruh bentuk serangan mereka (setan) yang dilancarkan kepada keturunan Nabi Adam ‘alaihis salam (manusia), namun apabila diiringkan penyebutannya dengan an-nafkh dan an–nafts, maka hamazah itu bermakna bentuk (serangan setan) yang khusus” (Ighatsatul Lahfan, hal. 89).

Kesimpulan

Seseorang yang mengucapkan lafazh isti’adzah,

أعوذ بالله من الشيطان الرجيم؛ من هَمْزِه، ونَفْخِه، ونَفْثِه

A’uudzubillaahi minasy syaithaanir rajiim min hamzihi wa nafkhihi wa naftsihi

Maksudnya adalah ia mohon perlindungan kepada Allah agar Dia menjaganya dari serangan penyakit sejenis kegilaan (kesurupan), kesombongan, dan sya’ir atau nyanyian setan.

Itulah kejahatan setan, sosok makhluk buruk yang selalu menggoda manusia untuk berbuat maksiat, dan sosok makhluk yang dijauhkan dari rahmat Allah.”

Sumber >>>

Piagam Madinah, Cara Rasul Kelola Keberagaman

Piagam Madinah, Cara Rasul Kelola Keberagaman
Piagam Madinah adalah bukti Islam melindungi dan menghargai perbedaan.
Dream - Gesekan antar manusia kerap membesar menjadi konflik. Penyebabnya bisa karena persoalan krusial ataupun hanya sekadar berbeda.

Keberadaan konflik dalam kehidupan manusia sudah lama ada. Bahkan, konflik pun terjadi di zaman Rasulullah Muhammad SAW. 
Untuk mencegah terjadinya konflik berdasar perbedaan identitas baik suku maupun agama, Rasulullah pun membuat sistem hukum tertulis saat tinggal di Madinah.

Hukum itu mengatur hubungan damai antara sesama umat Islam maupun dengan suku dan penganut agama lain.
Sejarah mencatat hukum yang kemudian dikenal dengan 'Piagam Madinah' atau 'Dustur Al Madinah' itu terdiri dari empat bagian.

Keempatnya mengatur hubungan terkait jaminan situasi damai, kewajiban berperang bagi semua penduduk demi membela Madinah, kesetaraan hak dan kewajiban bagi semua orang, serta pembatasan kekuasaan, dan banyak lagi.

Sejatinya, piagam ini hanya konstitusi untuk Madinah sebagai negara yang dijalankan dengan hukum Islam. Tetapi, nilai yang terkandung dalam piagam tersebut sangat universal dan berlaku bagi siapa saja.
Madinah adalah kota yang dulunya bernama Yatsrib. Rasulullah mengganti nama kota itu dengan Madinatul Munawarah, yang bermakna 'Kota Yang Bercahaya'.

Pada zaman Rasulullah, Madinah dihuni oleh pelbagai orang dari pelbagai latar belakang. Di antaranya seperti Yahudi, Nasrani, Persia, dan lain sebagainya. Semua bertemu dan mengikat diri dalam identitas bersama, Madinah.

Dengan basis sosial yang ada, Rasulullah membangun Madinah menjadi kota yang benar-benar bercahaya. Kesejahteraan penduduk tercukupi, hak berusaha dan beribadah dijamin sepenuhnya. Semua perbedaan itu disatukan oleh Rasulullah melalui Piagam Madinah.

Meski usianya sudah ratusan tahun, para ilmuwan kekinian masih meyakini Piagam Madinah sebagai konstitusi tertulis pertama yang ada di dunia. Piagam ini juga diyakini menjadi inspirasi bagi lahirnya Magna Carta yang merupakan konstitusi penting di Barat.

6 Kekuatan Super Yang Dimiliki Manusia Tapi Tak Kamu Sadari

6 Kekuatan Super Yang Dimiliki Manusia Tapi Tak Kamu Sadari
Manusia merupakan salah satu keajaiban terbesar alam. Banyak hal yang belum diketahui tentang manusia, baik dari tubuh, pikiran, dan perasaan. Apa yang sudah ditemukan ilmuwan atau dokter tentang manusia, itu hanyalah sedikit dari sebagian besar kemampuan manusia.
Namun menurut beberapa penelitian sejauh ini, manusia ternyata memiliki banyak kemampuan seperti superhero. Sayangnya tidak semua manusia bisa menggunakan kemampuan super tersebut dan hanya orang-orang beruntung saja yang bisa menggunakannya. Meskipun demikian, tapi ada juga kemampuan super yang tak sadar selalu Anda gunakan setiap harinya.
Dilansir Wow Menariknya dari Brightside.me, berikut kemampuan-kemampuan super yang dimiliki manusia, tapi tidak pernah kamu sadari sebelumnya.
1. Kapasitas penyimpanan memori otak manusia sama dengan 1 petabyte (1.000 terabyte)
Para ilmuwan dari Universitas Texas menemukan bahwa satu sinaps (ruang antara neuron) memiliki kapasitas penyimpanan 4,7 bit. Setelah mengetahui seluruh jumlah sinapsis, ternyata kapasitas penyimpanan otak sama dengan 1 petabyte,10 kali lebih banyak dari yang diperkirakan sebelumnya.
2. Manusia memiliki lebih dari lima indera
Kita semua tahu kalau manusia hanya memiliki lima indera, yaitu rasa, penglihatan, sentuhan, bau, dan pendengaran. Tapi sebenarnya manusia memiliki indera lebih banyak dari itu. Menurut ilmuwan, manusia memiliki 9 sampai 20 indera, seperti thermoception (rasa kehangatan), kesetimbangan (rasa seimbang), dan proprioception (memahami posisi tubuh orang lain). Dan yang lebih penting adalah indera keenam di mana kita mampu mendeteksi sesuatu yang tidak terlihat oleh kasat mata.
3. Mata tertutup saat bersin agar tidak membiarkan bakteri masuk
Banyak orang berpikir bahwa tidak mungkin membuka mata mereka pada saat bersin karena mereka akan meledak dari tengkorak. Namun kebenaran mengatakan sebaliknya. Walaupun sulit untuk bersin dengan mata terbuka, tapi itu tetap mungkin. Meskipun demikian, ternyata seseorang bersin menutup matanya karena untuk melindungi mereka dari invasi bakteri yang mungkin terjadi.
4. Anda 0,4 lebih tinggi di pagi hari daripada di malam hari
Pada siang hari saat kita dalam posisi vertikal, cakram intervertebralis kita menjadi lebih tipis dan lebih keras karena adanya tekanan berat. Namun saat kita tertidur, cakram kembali ke ukuran dan keadaan normal. Itulah alasan mengapa Anda sedikit lebih tinggi di pagi hari.
5. Paru-paru manusia luasnya sama dengan lapangan tenis
Paru-paru, baik yang kiri dan kanan, keduanya mengandung sel udara, formasi gelembung yang berperan dalam pertukaran oksigen. Jika semua sel udara tersebut disatukan, luasnya sama dengan lapangan tenis.
6. Tulang manusia jauh lebih keras dari pada beton

Anda pasti tahu betapa kerasnya beton? Namun tulang manusia jauh lebih keras dari beton. Tulang manusia terbuat dari bahan komposit, yang keras dan elastis. Tulang manusia terdiri dari kalsium hidroksilapatit (60%) dan kolagen yang membuatnya sangat kuat.

Pernyataan Prof. Dr Mahfud MD Menyikapi Pertanyaan seorang Netizen

ProfDr. Mahfud M.D., Menyikapi pertanyaan seorang netizen di akun twitternya tentang sepak terjang Bpk.Amien Ra'is dalam dunia politik.


Anak Bangsa yang satu ini memang selalu ceplas-ceplos dan transparan dalam mengungkapkan isi hatinya. Termasuk di salahsatu akun Twitternya Mahfud MD


Kegiatan Bakti Sosial PAN Jelang Hut Ke 19

Bakti Sosial Donor dalam dalam rangka Dirgahayu Dan Hut Ke 19, Partai Amanat Nasional (PAN) Berbakti Untuk Negeri


Lubuk Sikaping,--Dalam rangka Milad Partai Amanat Nasional (PAN) ke 19 tahun, yang jatuh pada tanggal 23 Agustus 2017, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Pasaman menggelar kegiatan donor darah. Kegiatan donor itu, sekaligus dalam rangka memenuhi kebutuhan darah di daerah itu dengan mengusung tema "Berbakti Untuk Negeri.
Tampak puluhan pengurus DPD PAN Pasaman, beserta simpatisan dan masyarakat begitu antusias mendatangi RSUD Lubuk Sikaping dimana berlangsungnya kegiatan sosial donor darah di RSUD Lubuk Sikaping pada, Rabu (30/8).
Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua DPD Pasaman Pasaman, H.Muzli M Nur didampingi Direktur RSUD Lubuk Sikaping dr. Yong Marzuhaili dan Kabid Keperawatan, Dr. Rahardian Suratnya. Kemudian, Sekretaris DPD PAN Pasaman, Rapani, Anggota DPRD Pasaman fraksi PAN, Haniful Khairi, Rahmat Setia, Ari Fatana, Pengurus harian DPD PAN Pasaman, Pengurus DPC PAN se-Pasaman, serta simpatisan lainnya.
Ketua DPD PAN Pasaman, H. Muzli M Nur yang langsung ikut donor pada awak media di sela-sela kegiatan mengungkapkan, kegiatan ini dalam rangka Milad Partai Amanat Nasional (PAN) ke 19 tahun, tanggal 23 Agustus 1998- 23 Agustus 2017. Dengan mengusung tema "Berbakti Untuk Negeri"
" Kata Muzli, kegiatan donor darah yang di prakarsai DPD PAN Pasaman ini bertujuan antara lain untuk memenuhi kebutuhan darah di wilayah Kabupaten Pasaman agar tersedianya stok darah bagi masyarakat umumnya, yang membutuhkan donor darah.
Selain itu, donor darah dapat juga bermanfaat untuk menurunkan berat badan, melindungi jantung, meningkatkan sel darah merah, mencegah stroke, meningkatkan kesehatan psikologis, Memperbarui sel darah baru, serta mencegah resiko terkena penyakit langka.
Muzli pun menambahkan, bagi mereka yang membutuhkan, bahkan hanya setetes darah saja, mampu menyelamatkan nyawa mereka. Pada kegiatan tersebut, tercatat 27 orang yang mengikuti aksi donor darah yang berasal dari para pengurus DPD PAN dan simpatisan lainnya.
"Kami berharap, kegiatan ini bermanfaat dan bisa dirasakan masyarakat Kabupaten Pasaman," tandasnya.
" Selanjutnya, ia juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh kader PAN, simpatisan dan masyarakat yang telah berpartisipasi dalam kegiatan donor darah ini,dan seraya meminta kepada peserta yang telah ikut donor kedepan agar melanjutkan bakti sosial ini, jika sewaktu-waktu sibutuhkan oleh rakyat terutama bagi masyarakat pasaman.
"Kemudian, bagi masyarakat yang membutuhkan darah, kedepan dapat menghubungi Pengurus DPD Pasaman atau pihak PMI Pasaman, " harapnya.
Sementara itu Ketua Panitia Pelaksana, Admizar mengatakan, target donor darah ini sebanyak 27 kantong darah, saat ini sudah ada puluhan pengurus DPD PAN Pasaman serta masyarakat yang mengikuti donor darah.
“Target sebenarnya banyak kantong darah. Kami berharap dengan kegiatan ini bisa bermanfaat untuk masyarakat Pasaman,” tuturnya.
Admizar menambahkan, selain kegiatan donor, pihaknya juga mengunjungi dan memberikan bingkisan buah dan kue sebanyak 50 paket. Bingkisan itu diawrahkan kepada pasien yang di rawat di RSUD Lubuk Sikaping, mulai dari ruang penyakit dalam di kelas III, sal bedah, sal anak, sal paru, sal saraf, dan saling kebidanan.
Sementara itu, Direktur RSUD Lubuk Sikaping, dr. Yong Marzuhaili didampingi Kabid Keperawatan, Dr. Rahardian Suryanta menjelaskan bahwa, rata-rata kebutuhan darah di Unit Transfusi Darah (UTD) Instalasi Laboratorium RSUD Lubuk Sikaping sebanyak 150 kantong per bulan.
Kata Yong, pihaknya sangat menyambut baik kegiatan Aksi Donor Darah yang diprakarsai oleh DPD PAN Pasaman ini, sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan darah di UTD Instalasi Laboratorium RSUD Lubuk Sikaping.
Saat ini, lanjutnya, kesadaran masyarakat akan kesehatan sudah membaik. “Namun, kesadaran itu juga harus dibarengi oleh keinginan masyarakat untuk mendonorkan darah. Jika itu terjadi, maka ketersediaan kantong darah akan tercukupi,ucapnya.



Di Pilgub JawaTimur PAN Ajukan Dua Kader Terbaiknya

Di Pilgub JawaTimur PAN Ajukan Dua Kader Terbaiknya

Dinamika politik jelang Pilkada Jawa Timur 2018 mendatang mengerucut kepada dua kandidat calon gubernur yaitu Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Khofifah Indar Parawansa.
Sekretaris Jenderal PAN Eddy Suparno menyatakan pihaknya belum menentukan sikap akan mendukung siapa di antara kedua kandidat tersebut.
Untuk memberikan dukungannya, PAN mengajukan sebuah syarat yaitu agar kadernya digaet sebagai calon wakil gubernur.

"Terlalu dini bagi kami untuk mengatakan lebih cenderung ke Gus Ipul atau Khofifah, tetapi kembali ke syarat yang kami sampaikan, yakni kami akan mendukung siapa yang menggaet kader kami sebagai cawagub. Intinya kami memprioritaskan dukungan kepada kader kami sendiri," tegasnya saat ditemui di Kantor KPU RI, Jakarta Pusat, Jumat (13/10/2017).
PAN mengajukan dua kader andalannya untuk ikut masuk dalam kontestasi Pilkada Jatim yaitu Bupati Lamongan dua periode H Masfuk dan Bupati Bojonegoro, Suyoto.
Eddy percaya diri peluang kemenangan akan lebih bisa dicapai bila menggandeng kader andalan PAN.
"Kalau salah satu dari dua kandidat terkuat tadi ingin menarik salah satu kader kami baik Masfuk maupun Suyoto maka akan kami dukung," ujarnya.

Jelang Pilkada Jatim PAN Punya Banyak Pintu

Jelang Pilkada Jatim PAN Punya Banyak Pintu

Masfuk Masuk Usulan Cawagub Gus Ipul, begini Respons PAN Jatim

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Jatim mengatakan bahwa peluang koalisi antar partai masih sangat cair.
Pihaknya pun hingga kini masih terbuka terhadap seluruh partai politik, baik yang berada di kubu koalisi pemerintahan, maupun di kubu oposisi.
"PAN hingga kini masih cair. Komunikasi yang kami lakukan ada di dua tingkat, yakni di DPW dan DPP (Dewan Pimpinan Pusat)," ujar Bendahara DPW PAN Jatim, Agus Maimun kepada Salah satu wartawan, Kamis (12/10/2017).
"Dari hasil komunikasi itu, kami akan koordinasikan. Hingga saat ini masih tengah dibahas," lanjutnya.
Masuknya nama Ketua DPW PAN Jatim, Masfuk, dalam rekomendasi yang diusulkan PKB Jatim ke pihak DPP, menurut Agus bukanlah sebuah kejutan.
Sebab, PKB menjadi salah satu partai yang melakukan pembicaraan dengan PAN.
"Dalam pembicaraan ini, kami juga membahas soal sosok wakil gubernur. Kami mengusulkan Ketua DPW kami, Bapak Masfuk," tegas Ketua Fraksi PAN di DPRD Jatim ini.
Apalagi, menurut Agus, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) sebagai sosok cagub yang diusung oleh PKB juga merupakan figur potensial yang kemungkinan diusung partainya.
Meskipun ia tak memungkiri, selain Gus Ipul, pihaknya juga mempertimbangkan figur lain, yakni Khofifah Indar Parawansa.
"Gus Ipul dan Ibu Khofifah adalah dua figur yang kemungkinan besar kami usung. Nama ini kemungkinan besar yang akan kami usung," tandasnya.
"Oleh karena itu, apabila nantinya kader PAN yang dipilih, maka kami akan siap. Sebab, itu tak jauh dari proyeksi kami selama ini," tandasnya.

Ketua MPR Sekaligus Ketua Umum PAN Mendorong Orang Tua Mengedepankan Pendidikan Anak-anaknya

Ketua MPR Sekaligus Ketua Umum PAN Mendorong Orang Tua Mengedepankan Pendidikan Anak-anaknya

Selasa, 21 November 2017 | 11:30 WIB
Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa masalah kesenjangan menjadi hal yang krusial di Indonesia. Orang kaya semakin kaya, sementara orang miskin menjadi semakin miskin. Oleh sebab itu, tak heran apabila angka kejahatan meningkat.
"Masyarakat Indonesia banyak yang menganggur. Sementara itu, harga-harga kian tinggi, akhirnya kesejahteraan masyarakat turun. Itulah problem kita," kata Zulkifli ketika memberikan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Ulu Belu, Lampung (20/11/17).
Zulkifli menambahkan bahwa untuk keluar dari masalah tersebut, Indonesia membutuhkan SDM yang berkualitas dari segi pendidikan. Dengan terpenuhinya syarat tersebut, maka negeri ini dapat memiliki daya saing global.
Di era setelah reformasi, menurut Zul, siapa pun bisa menjadi pejabat, menjadi apa pun yang diinginkan asalkan punya keterampilan. Reformasi telah membuat semua menjadi terbuka dan melahirkan iklim persaingan yang ketat. Oleh karena itu, latar belakang ekonomi keluarga bukan lagi faktor utama yang menentukan sejauh mana masa depan seseorang.
"Peluang dan tantangan tersebut adalah yang dihadapi generasi sekarang. Oleh sebab itu, pesan saya pada orangtua agar menyekolahkan anaknya. Bukankah Allah SWT tidak mengubah nasib satu kaum kalau kaum itu sendiri tidak mengubah terlebih dahulu nasibnya?" kata Zul.
Namun demikian, ilmu yang baik harus diiringi dengan internalisasi akan nilai-nilai luhur kebangsaan. Hanya dengan begitu, masalah ketimpangan sosial bisa diatasi.
Para pendahulu telah menegaskan bahwa bangsa Indonesia ini senasib sepenanggungan. Jika kita sadar akan hal tersebut, menurut Zul, maka ilmu yang dimiliki bukan hanya berguna untuk diri sendiri tetapi juga masyarakat di sekitarnya.
"Kalo ada tetangga yang kesusahan, kita mesti bantu. Itulah ciri khas Indonesia. Saling membantu, gotong royong. Jangan sampai ada saudara kita yang mati kelaparan. Nenek moyang kita sudah mewariskan hal tersebut," tutur Zulkifli. 

Sumber : Disini

Pelantikan Pengurus DPD dan DPC PAN Sumenep, Targetkan 10 Kursi Legislatif

Pelantikan Pengurus DPD dan DPC PAN Se Kab.Sumenep, 2019 Targetkan 10 Kursi Legislatif


Pelaksanaan pelantikan Ketua DPD Sumenep dan Ketua DPC Se Kabupaten Sumenep sukses di laksanakan pada Sabtu (13/05/2017) bertempat di gedung graha adi podai di kota sumenep, yang juga dihadiri langsung oleh ketua DPW Jawa Timur beserta jajarannya

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Sumenep mentargetkan meraih 10 kursi di DPRD setempat.

"Target kami bisa mendapatkan 10 kursi di pemilu legislatif mendatang. Saya kira sangat mungkin, karena saat ini PAN punya 7 kursi. Semoga kita bisa menambah 3 kursi lagi," kata Ketua DPD PAN Sumenep, Badrus Samsi.

Pada Sabtu (13/05/2017) dilakukan pelantikan Pengurus DPC PAN se-Kabupaten Sumenep oleh Ketua DPW PAN Jawa Timur, H. Masfuk.

"Pelantikan bersama ini merupakan langkah awal kami dari niat perjuangan. Kami meminta pada seluruh kader untuk senantiasa memantapkan niat perjuangan memenuhi target 10 kursi," ujarnya.

Menurutnya, dengan memiliki 10 kursi, maka akan mempermudah jalan menuju Sumenep 1 (Bupati: red). Menurutnya, yang paling penting, kader dan pengurus PAN harus berdiri di depan untuk amar ma'ruf nahi munkar.

"Pengurus dan kader PAN harus berpihak pada rakyat. Yang ada di kursi legislatif, juga harus mendukung kebijakan pemerintah, tapi hanya kebijakan yang berpihak pada rakyat," tandasnya.

Sementara Ketua DPW PAN Jawa Timur, H. Masfuk meyakini, target meraih 10 kursi untuk PAN Sumenep bukan sesuatu yang tidak mungkin.

"Sekarang sudah 7 kursi. Tinggal menambah 3 kursi. Ini bukan sesuatu yang mustahil untuk PAN Sumenep," ujarnya.

Ia meminta agar pengurus PAN tidak hanya menjadi pengurus, tetapi aktifis. Aktif mengurus masyarakat dan membesarkan partai. 

"Kader dan pengurus PAN harus membela rakyat. Kalau pemerintah kurang memperhatikan rakyat, maka PAN harus di garda terdepan untuk mengkritis," tandasnya.

DPD PAN Sumenep Target 10 Kursi Pemilu 2019

Sumenep – Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional (DPD PAN) Kabupaten Sumenep menargetkan 10 kursi parleman pada Pemilu Legeslatif 2019. Target ini cukup realistis mengingat kinerja PAN yang cukup baik dan bisa diterima masyarakat Sumenep.



Pada Pemilu 1999 PAN Sumenep memperoleh 2 kursi dan Pemilu 2009 suara pemilih mengalami kenaikan sehingga memperoleh 6 kursi. Bahkan, pada Pemilu 2014 memperoleh 7 kursi,” kata Badrus Samsi, Ketua DPD PAN Kabupaten Sumenep, saat dihubungi, Selasa (21/8).
Menurut pria kelahiran Sapeken, Sumenep, 5 Mei 1965 ini, meningkatnya suara PAN dari tahun ke tahun karena kinerja politik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat bawah. PAN Sumenep hadir memberikan pendampingan dan pemberdayaan politik secara ril.
“Jadi sangat wajar apabila PAN Sumenep menargetkan 10 kursi di DPRD Kabupaten Sumenep. Filosofi kami bergerak pelan tapi pasti,” ujar sosok yang biasa dipanggil Badrus ini.
Salah satu kekutan politik PAN di Sumenep kata Badrus, adalah membangun infrastruktur partai yang solid dan sistematik. Dengan teori inilah kader dan simpatisan partai berjalan secara struktur dan massif.
“Lihat saja pada Pemilu 1999 kita gagal menyumbangkan kursi DPRD Propinsi Jawa Timur dan DPR RI. Namun dalam waktu Pemilu 2004,2009 dan 2014, kami mampu menyumbangkan satu kursi di DPRD Jawa Timur dan satu kursi di DPR RI. Insya Allah kami mampu mempertahankannya,” jelas Badrus dengan lugas.
Mantan Mahasiswa Fakultas Teknik Geologi, Sekolah Tinggi Teknologi Nasional (STTN) dan Mahasiswa Fakultas Syari’ah, Universitas Islam Indonesia (UII) tahun 1984-1987 ini mengatakan, PAN akan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat melalui program-program padat karya dan kewirausahaan. Sehingga lewat program itulah keberadaan partai bisa diterima dan mendapat dukungan luas.
“Sekarang masyarakat sudah cerdas dan tak bisa dibodohi lagi. Mereka bisa memilah dan memilih partai mana yang  menawarkan fakta dan hanya mimpi. Masyarakat akan maju bersama PAN dan berjuang bersama PAN,” tandas mantan aktivis HMI Komisariat Hukum UII Jogjakarta itu.
Terakhir kata Badrus, PAN Sumenep pada bulan September 2017 mendatang akan melakukan penjaringan dan penyaringan calon Anggota Legeslatif (Caleg). Penetapan Caleg lebih awal ini agar setiap caleg dan infrastruktur partai bekerja lebih awal dan lebih maksimal.
“Persiapan Pemilu 2019 sudah kami rekrut tokoh dan figur yang berpengaruh di masyarakat. Selain itu, melibatkan pengurus dan kader partai untuk menjadi caleg yang diterima masyarakat. Setiap kader tentunya siap memenangkan PAN Sumenep 2019,” terang Badrus dengan nada optimis.



PAN Optimis Raih Suara Terbanyak di 2014

Jelang pesta demokrasi 2014 mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah resmi menetapkan 12 partai nasional untuk mengikuti pemilihan umum 2014 dan 3 partai lokal Aceh. Adapun 12 partai nasional adalah Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Bulan Bintang (PBB), dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).
 
 
Ketetapan ini secara langsung membawa dampak pada sejumlah partai politik (parpol) untuk mempromosikan diri agar dapat memenangkan kompetisi baik yang dilakukan kader partai maupun  parpolnya dalam mengusung calon yang digadang-gadang akan mengantikan tongkat kepemimpinan SBY. Untuk meraih impian tersebut, penulis akui tak semudah membalikan telapak tangan. Seperti yang dilakukan Partai Amanat Nasional (PAN) yang telah menargetkan perolehan suara pada Pemilihan Umum 2014 di angka 10 persen. Dalam pernyatannya Ketua Dewan Pimpinan Pusat PAN Bima Arya,  mengatakan bahwa PAN telah meargetkan 56 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat. Guna mencapai target tersebut, menurutnya PAN telah menargetkan masing-masing daerah pemilihan (dapil) bisa mendapatkan minimal satu kursi di DPR. Sehingga nantinya, akan memiliki 77 kursi di DPR RI.
  
Penilaian penulis, Jika dilihat dari dukungan yang begitu deras diberikan kepada Partai Berlambang Matahari terbit ini, dapat saja terwujud.  Namun bukan berarti dengan mudahnya PAN melenggang bebas memasuki kemenangan. Hambatan pun mengintai pencapaian target yang telah didengung-dengungkan. Meski saat ini PAN telah diperkuat dengan adanya kehadiran beberapa partai politik yang dinyatakan tidak lolos menggambungkan diri dengan PAN, di antaranya Partai Serikat Rakyat Independen (SRI), Partai Kedaulatan, Partai Republik, Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (PPPI), Partai Buruh, Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU), Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK), Partai Karya Republik (Pakar), Partai Kongres, Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB), dan Nasional Republik (Nasrep).
  
Bukan itu saja, kehadiran Partai Damai Sejahtera (PDS) dalam mendukung Hatta Rajasa di 2014 pun, menjadi catatan tersendiri. PAN selama ini merupakan sebuah partai Islam terbesar di Indonesia, partai dengan pemilih mayoritas kalangan muslim dan Muhammadiyah, namun sesuai dengan perkembangan zaman PAN kini telah menyatakan dirinya sebagai salah satu partai nasionalis. sementara PDS adalah partai dengan mayoritas pemilih kalangan kristian.
  
Bahkan ketika membuka Indonesia Young Leader Forum 2011, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan bahwa dirinya bukan calon presiden 2014. Selain itu, ia juga menekankan, anak dan isterinya juga takkan mencalonkan diri di pilpres mendatang. Pernyataan ini mengandung makna tersendiri bagi masa depan PAN.
  
Namun jika melirik kebelakang, fakta telah menunjukan pada pemilu 1999 PAN hanya meraih dukungan 7,12%. kemudian pada pemilu 2004 hanya meraih 6,44% dan terus mengalami penurunan hingga pada  pemilu 2009, hanya mampu meraih 6,01%.
  
Fenomena penurunan yang dihadapi partai berlambang matahari ini dipastikan disebabkan berubahnya haluan partai tersebut. Seperti kita ketahui, di awal pendiriannya tahun 1998 silam, sejumlah tokoh yang cukup terkenal dinegeri ini menjadi bagian dari partai tersebut. Sebut saja, Amien Rais, Gunawan Muhammad, Faisal Basri, Bara Hasibuan, Indra J Piliang dan tokoh hebat lainnya. Selain tokoh yang teruji secara moralitas dan integritas, kalangan PAN kala itu identik dengan tokoh akademik cerdik cendekia
  
Kehebatan PAN akhirnya sirnah ketika kepemimpinan Soetrisno Bachir, pengusaha batik asal Pekalongan, wajah PAN berubah drastis. PAN yang mulanya intim dengan Muhammadiyah, saat itu mengalami hubungan  tak harmonis.
  
Keterpurukan partai berlambang matahari tersebut semakin menghawatirkan. PAN tak identik lagi dengan kesan intelektual seperti awal pendiriannya. Bahkan, menjelang Pemilu 2009, PAN pun mendapat plesetan tak sedap dengan akronim Partai Artis Nasional (PAN). Itu karena partai tersebut, memasukkan artis secara massal di daftar caleg PAN. Kenyataan ini menunjukan bahwa kemampuan PAN dalam memberikan keyakinan kepada masyarakat sangat menentukan masa depan partai berlambang matahari terbit ini. Apa lagi kompetisi 2014 ini terdiri dari kadidat yang syarat akan pengalaman dan didukung oleh partai-partai besar.
  
PAN yang selama ini identik dengan Muhammadiyah, ternyata untuk mengusung Hatta 2014,  ternyata tidak mendapatkan dukungan. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin, dengan tegas membantah rumor dukungan Muhammadiyah terhadap Hatta Rajasa yang maju sebagai calon Presiden 2014 mendatang, alasannya organisasi masyarakat Islam yang ia pimpin tidak memiliki hubungan afiliasi dengan partai politik.
  
Meski partai yang terlahir di era reformasi ini tercatat oleh  Transparency International Indonesia (TII) bekerja sama dengan Komisi Informasi Pusat (KIP) sebagai partai yang transparans terkait permasalahan pendanaan partai politik dengan score di atas 3,00 tak menjadi jaminan partai ini mampu mencapai harapan yang diimpikan.
  
Kemampuan kader PAN dalam mengkomunikasikan kepentingan partai menuju 2014, penilaian penulis merupakan ujung tombak penentu dalam memenangkan kompetisi. Sangat jelas, komunikasi politik adalah salah satu fungsi yang selalu ada dalam setiap sistem politik yang merupakan proses penyampaian pesan-pesan.

Penulis mengakui keberadaan komunikator Politik pada dasarnya adalah syarat yang mutlak. Karena pada hakekatnya semua orang yang berkomunikasi tentang politik, mulai dari obrolan warung kopi hingga sidang parlemen untuk membahas konstitusi negara. Dapat dipastikan yang menjadi komunikator utama dalam pencapaian suara PAN adalah para pengurus partai pan dan kader akar rumput dan harus mampu  aktif dalam menciptakan pesan politik untuk kepentingan politis PAN. Sangat jelas pada akhirnya kemampuan PAN dalam menyampaikan pesan politik kepada masyarakat luas, merupakan penentu yang paling mutlak dalam meraih kemenangan di pemilu mendatang. Jangan sampai karena target yang digaung-gaungkan, partai ini terlena dan hanya mampu menjadi juru kunci semata. Dapat dipastikan jika hal ini terjadi PAN akan terlikuidasi pada pemilu selanjutnya.

Kebanyakan Partai Tak Penuhi Syarat Kepengurusan

Jakarta - Kesibukan para komisioner Komisi Pemilihan Umum kian meningkat akhir-akhir ini. Bukan cuma karena lembaga itu sedang menggelar verifikasi faktual partai politik peserta pemilu. Kesibukan mereka juga bertambah karena harus meladeni gelombang protes dari 18 partai politik yang tidak lolos verifikasi administrasi. Ke-18 partai itu bahkan membentuk aliansi, melaporkan komisioner KPU ke Badan Pengawas Pemilu, hingga ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu.


Partai-partai yang tak memenuhi syarat itu juga menuding KPU diintervensi partai-partai besar agar tak meloloskan mereka. Hasil verifikasi administrasi pun terancam digugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara.

Tapi, Ketua KPU Husni Kamil Manik menanggapi santai. Komisioner KPU, kata dia, adalah jabatan profesional. Husni sendiri tak tertarik untuk bergabung ke partai politik setelah tugasnya sebagai komisioner berakhir. "Habis masa jabatan, saya ingin menjadi pedagang bakso," ujarnya sembari bercanda.

Di tengah kesibukan yang sangat padat, ia meluangkan waktunya menerima wawancara Pasti Liberti dan Raisya Maharani dari Harian Detik bersama harian Rakyat Merdeka, Kamis petang pekan lalu. Siangnya, Husni baru kembali dari Palembang, Sumatera Selatan, dan langsung memimpin rapat pembekalan verifikasi faktual. Agar rileks, wawancara dilakukan di kursi santai di balkon ruang kerjanya. Setelah menyeruput secangkir teh, Husni menjawab semua tudingan yang diarahkan ke lembaganya itu.

Bagaimana mekanisme pengambilan keputusan saat melakukan verifikasi administrasi?

Kita sangat hati- hati mengambil keputusan lolos tidaknya partai saat rapat pleno. Komisioner dan tim verifikator melakukan multiple kroscek. Kita bandingkan 2-3 dokumen untuk memastikan tak ada data terselip. Kalau kurang yakin, kita hadirkan data dan tanya ke tim verifikator. Jika belum yakin lagi, kita periksa ulang. Tidak yakin juga, kita ambil datanya ke gudang data. Komisioner juga mengawasi tim verifikator agar tak salah penilaian.


Proses verifikasi administrasi sempat gaduh karena penggunaan Sipol (Sistem Informasi Partai Politik). Bagaimana mekanisme Sipol ini?

Tim verifikator memasukkan data partai dalam format tabulasi dalam aplikasi Microsoft Excel oleh tim verifikator. Jika hanya mengandalkan Excel, kami susah menyimpulkan, karena saking banyaknya data. Kita juga kroscek data antar partai, nama kepengurusan atau keanggotaan. Itu tak bisa dilakukan secara menyeluruh dan jika dilakukan manual, perlu waktu lama. Sipol dibutuhkan untuk itu (efisiensi). Sipol juga bisa menyimpan data cadangan.

Lalu, apa keputusan KPU setelah Sipol diprotes DPR?

Mereka (DPR) tak meminta (penggunaan) Sipol diganti, tapi menyoroti kerjasama (KPU) dengan lembaga asing yaitu International Foundation for Electoral Systems (IFES). Kesimpulan penggunaan Sipol adalah, KPU harus mengembangkan lagi (kinerja) Sipol dan harus mensosialisasikan sejak awal.

Partai juga mendesak kerjasama dengan IFES distop karena tak sesuai undang-undang. Memang, hanya IFES yang bisa membuat sistem semacam itu?

Saat pembicaraan pertama dengan BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi), ada opsi lain yakni ITB (Institut Teknik Bandung). Tetapi ITB hanya mampu mengakomodir Silog (Sistem Informasi Logistik), yang sekarang tengah dikerjakan. Namun BPPT menyatakan tak bisa mempersiapkan Sipol karena waktu mepet. Anggaran pun belum ada untuk KPU. Sementara, IFES menyanggupi untuk menyediakan tenaga progammer yang mereka gaji untuk membuat Sipol.

Kemudian, kami sampaikan kebutuhan Sipol seperti apa dan dibuat oleh tenaga IFES. Selebihnya, IFES hanya mentransfer teknologi saja. Sementara yang menjadi operator data itu dari Indonesia. Tim verifikator juga berasal dari KPU yang digaji pemerintah.

Jadi bukan karena Indonesia tak bisa membuat sistem informasi pemilu?

Iya, bukan karena dalam negeri tidak bisa. Excel kan buatan luar negeri juga, tapi tetap kita pakai juga kan?

Apa imbal balik dari bantuan IFES tersebut?

Tidak ada. Kami melihat IFES sebagai lembaga perbaikan sistem pemilu yang berkompetensi, dan berpengalaman di seluruh dunia. Itu juga tidak tabu atau dilarang. IFES tidak mencampuri urusan kita. Data disimpan di pusat data KPU. Kalaupun (kemampuan) Sipol down, tak perlu khawatir, karena itu hanya alat pembantu pengolah data. Tapi, data awal partai kan sudah dimasukkan oleh verifikator dalam Excel.

Ada berapa orang yang dipekerjakan untuk merancang Sipol?

Sekitar empat orang. Mereka berkantor di kantor IFES dan semuanya pembiayaan tenaga ahli itu ditanggung IFES.

Apa jaminannya tenaga IFES sebagai pencipta sistem, tidak mengakses data tanpa sepengetahuan KPU?

Ya, hmm.. kita kan punya data asli, data dasar dalam excel yang bisa kita bandingkan untuk mengecek kebenaran kinerja tenaga IFES tersebut. Tak terlalu sulit memastikan IFES memenuhi janjinya untuk menjaga otoritas kita sebagai pengelola data.

Tapi Sipol dituding menghambat verifikasi administrasi dan pengumuman partai yang lolos jadi diundur...

Justru karena (penggunaan Sipol) tidak maksimal (pengumuman diundur). Kalau parpol input datanya maksimal, keputusan bisa diambil dengan mudah. Tidak semua partai, 100 persen bisa memasukkan data ke Sipol, ada juga yang setengah Sipol dan offline, bahkan ada partai yang benar-benar via offline. Parpol yang kecewa menuding data di Sipol tak sesuai input awal, padahal, itu hasil akhir penghitungan Sipol mengenai data anggota sesungguhnya. Sipol itu kan bisa menyisihkan kegandaan data, ketidaklengkapan data.

Jadi karena ketidakmampuan parpol menggunakan Sipol?

Saya tidak mau mengatakan itu. Yang penting, penilaian data Excel itu kan hasil penilaian data fisik yang dilakukan tim verifikator.

Lalu kenapa pengumuman verifikasi diundur, dari semula tanggal 22 Oktober, ke 25 Oktober, lalu menjadi 28 Oktober 2012?

Sesuai putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 5 Tahun 2012, KPU boleh mengubah jadwal verifikasi jika ada obyek yang menyebabkan verifikasi berubah keseluruhan atau konsekuensi hukum yang terjadi atas keputusan itu. Kita punya dasar hukum untuk mengubah jadwal pengumuman verifikasi.

Bagaimana proses seleksi untuk tenaga verifikator KPU?

Mereka diseleksi ketat, harus mengisi absen dan dibiayai oleh APBN. Kita upayakan peraturan ketat seperti itu, sebenarnya agar tak ada kesan ketertutupan dari masyarakat. Tetapi yang terjadi KPU dikesankan tertutup, padahal tidak. Pers dan Bawaslu bisa melihat langsung proses pengolahan akhir verifikasi data. Kita pantau juga dengan kamera CCTV. KPU juga tak mau melansir keberlangsungan data-data partai karena bisa menjadi sumber konflik kepentingan.

Bagaimana KPU memastikan KTA (Kartu Tanda Anggota) partai dicermati oleh verifikator?

Pemeriksaan KTA kan kabupaten/kota, jadi jumlahnya tak begitu banyak. Hanya sekitar ratusan dan paling banyak ribuan.

Diperiksa seluruhnya?

Harusnya iya..

Harusnya iya? Anda tak yakin?

Ini kan (tingkat) kabupaten/kota, kalau tingkat perbandingannya kita yakin ini tercermati.

Partai yang tidak lolos verifikasi menuding KPU diintervensi partai-partai besar. Benarkah?

Tidak ada itu. Lagipula, yang mau menekan partai yang mana? Semuanya steril kok. KPU sangat otonom dalam mengambil keputusan.

Ada juga tudingan KPU mengadakan pertemuan di luar kantor KPU dengan sejumlah partai besar menjelang pengumuman verifikasi...

Pertemuan di mana? Rumah saya? Wah.. kalau ada partai besar bertemu saya di rumah, berarti rumah saya besar dong.. tidak ada itu. Rumah saya kan di kompleks, rumah dinas.

Bagaimana rapor partai-partai yang diverifikasi?

Kebanyakan partai tidak memenuhi kepengurusan di daerah dan ini saling mempengaruhi. Misalnya di kecamatan tak memenuhi syarat, maka kabupatennya tentu tidak memenuhi syarat. Kalau jumlah (kepengurusan) di kabupaten/kota itu tidak mencapai 75 persen, provinsinya pasti juga bermasalah. Setiap elemen di bawah mempengaruhi atasnya. Kekurangan keterwakilan perempuan juga ditemukan tetapi tak terlalu berat. Kemudian juga soal buku rekening, ada partai yang memberikan rekening korannya, slip setoran, bukan bukunya. Ada lagi perjanjian sewa kantor yang tak sesuai persyaratan...

Ada data ganda?

Itu akan kita buktikan di verifikasi faktual, apakah ada nama yang sama atau tidak. Kan bisa saja nama sama tetapi orangnya berbeda. Kalau hanya mengandalkan administrasi, memutuskan partai tak lolos karena ada nama anggota sama kan dzalim juga namanya.

Bagaimana soal tuntutan untuk mengkonfrontir data dan jika PTUN mengabulkan gugatan parpol yang tidak lolos?

Itu dua hal berbeda, satu konfrontir data dan yang kedua adalah keputusan pengadilan. Kalau putusan pengadilan kita tindaklanjuti. Keputusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap atau inkrah. Kalau perintah pengadilan harus diverifikasi ulang, ya kita verifikasi ulang. Tetapi jika tidak, ya tidak.

Sudah siapkan tim advokasi?

Kesekjenan KPU memiliki biro hukum, tetapi kita belum menyiapkan secara khusus untuk menghadapi gugatan itu. Kita lihat respon PTUN apakah menerima pendaftaran itu atau tidak, baru kita putuskan apakah membutuhkan bantuan hukum atau tidak.

Saat ini KPU sedang menggelar verifikasi faktual?

Iya, sedang berjalan. Tanggal 30 (Oktober) sudah mulai jalan, masing-masing sudah mendapat informasi dari partainya di daerah. Sebenarnya kalau partai itu mau menilai sendiri, bisa mengambil kesimpulan apakah partainya lolos atau tidak. Karena kesiapan itu mereka yang tahu dan buat. KPU kan hanya administratif saja.

Anda bisa memprediksi partai-partai yang bakal lolos jadi peserta pemilu?

Kita bukan lembaga survei yang memprediksi hasil survei. Itu persoalan etika, KPU tak boleh menyampaikan prediksi. Seperti hakim yang tak boleh menyampaikan ke mana perkara ini, sebelum memutuskan. Itulah mengapa KPU terkesan tertutup, karena kita tidak mau mengumumkan perkembangan harian partai. Kalau diumumkan, bisa stress partainya. Respon publik juga tidak baik. Bisa memotori perang urat syaraf yang melibatkan KPU karena sumber infonya dari KPU.

Kami juga tidak mau menjawab semua tudingan-tudingan partai, kenapa? Karena akan membuat kegaduhan tersendiri. Kami kan tahu datanya, bisa menduga, tetapi dugaan milik pribadi. Dan saya tidak boleh menanyakan penilaian pribadi komisioner lainnya. Tujuannya membuat partai nyaman. Tapi kalau mereka tanya kami dalam masa perbaikan, kita jawab.

Jadi, partai yang ikut pemilu periode lalu belum tentu lolos kali ini?

Iya, tak ada jaminan. Pemilu 2009 masa lalu, dan fakta sekarang adalah masa kini. Dulu kita usia berapa, sekarang kita bertambah.
 
Support : Creating Website | A.Zaini Bakry | Mas Bambang
Copyright © 2011. DPC PAN PRAGAAN - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger